Firefly Pointer Andromeda: TOKOH YANG BERPENGARUH DARI PERADABAN MESIR DAN YUNANI KUNO
Manusia Hebat adalah manusia yang menghargai orang lain

Kamis, 17 Oktober 2019

TOKOH YANG BERPENGARUH DARI PERADABAN MESIR DAN YUNANI KUNO




SUMBANGAN MESIR KUNO DAN YUNANI KUNO DALAM PERKEMBANGAN FISIKA
TOKOH YANG BERPENGARUH DARI PERADABAN MESIR DAN YUNANI KUNO
Aktifitas keilmuan selain matematika, yaitu kegiatan observasi dan pengamatan bintang yang dilakukan oleh para astronom Yunani dan Mesir kuno, telah memberi kontribusi yang sangat berharga bagi perkembangan studi fisika. Bangsa Yunani dan Mesir kuno mengamati bahwa di langit ada benda-benda yang kelihatan bergerak relatif terhadap bintang-bintang. Mereka menamakan benda-benda langit ini sebagai planetan, yang berarti “ pengelana”. Dan inilah yang kita kenal sebagai planet-planet mulai dari Markurius sampai Yupiter.
Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana proses perkembangan fisika pada zaman Yunani dan Mesir, berikut akan dikemukakan tokoh-tokoh utama yang berperan di dalam membangun fondasi fisika:
1.      THALES (629-555 SM)
Thales adalah seorang filsuf pra-Sokrates Yunani dari Miletus, di Asia Kecil, dan salah satu dari Seven Sages of Greece. 
Banyak, terutama Aristoteles, menganggapnya sebagai filsuf pertama dalam tradisi Yunani. Menurut Bertrand Russell, "dimulai filsafat Barat dengan Thales." Thales berusaha untuk menjelaskan fenomena alam tanpa mengacu pada mitologi, dan sangat berpengaruh dalam hal ini. 
Dalam matematika, Thales menggunakan geometri untuk memecahkan masalah, seperti menghitung ketinggian piramida dan jarak kapal dari pantai. Dia dikreditkan dengan penggunaan pertama dari penalaran deduktif yang diterapkan pada geometri, dengan menurunkan empat akibat wajar dari Teorema Thales '. 
Akibatnya, ia telah dianggap sebagai matematikawan sejati pertama, dan individu yang dikenal pertama pada kaitan penemuan matematika. Juga, Thales adalah orang pertama yang diketahui mempelajari listrik. 
Dia adalah tokoh yang pertama yang mengembangkan konsep-konsep kosmologi (paham tentang struktur alam semesta). Thales berhasil mengembangkan metode survei dan trigonometri dari Bangsa Babilonia dan Mesir yang kemudian diterapkan untuk benda-benda langit. Dia mengusulkan bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta tersusun dari air dalam berbagai tingkat wujudnya (cair, padat, dan gas). Dan dia juga mengusulkan bahwa  alam semesta adalah sebuah bola air raksasa tempat bumi berada di dalam gelembung. Bumi mengambang di atas permukaan air, dan di atas bumi terdapat kumpulan air yang menjadi sumber datangnya hujan yang menimpa bumi. Benda-benda langit melayang di dalam air alam semesta dan bergerak sebagaimana dalam pengamatan.


2.      PHYTAGORAS
Phitagoras 570 SM - 495 SM seorang matematikawan dan fulfus yunani yang paling di kenal melalui teoremanya.
Dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM. Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat banyaknya legenda dan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.
Salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia yang pertama kali membuktikan pengamatan ini secara matematis.
Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme. Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan. Terdapat legenda yang menyatakan bahwa ketika muridnya Hippasus menemukan bahwa {\displaystyle {\sqrt {2}}}, hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, murid-murid Pythagoras lainnya memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus.
3.      DEMOCRITUS (460-370)
Pemikira Yunani lain yang begitu berpengaruh dalam sejarah perkembangan fiika adalah teori atom Yunani. Teori atom Yunani dikemukakan oleh Democritus dan sekolah filsafatnya, khususnya guru democritus yang bernama Lucretus. Democritus mengajukan hipotesa yang sangat menarik bahwa seluruh materi terdiri atas partikel-partikel terkecil yang tidak bisa dibagi lagi.
Dengan kata lain, apabila bijih besi dipecah-pecah lagimaka akan sampai pada satu titik dimana bijih besi itu tidak dapat dipecah lagi. Titik terakhir inilah yang disebut atom.

4.      Euclid (325-265 SM)

Euclid merupakan orang yang paling berpengaruh dalam membangun teori geometri. Pengaruh teori Euclid begitu luas dan khususnya mengenai geometri bidang datar atau bidang tiga dimensi, yang telah diterima di dunia fisika ratusan tahun lamanya, sebagai kerangka geometri yang diyakini benar untuk memformulasikan hukum alam.
Namun pembuktian geometri Euclid ternyata kurang akurat untuk menjelaskan bagian tertentu dari fenomena alam baru terjadi ketika sejumlah ahli geometrio abad 19 M menbuktikan kelemahan teori tersebut. Dan kemudian dikenal geometri-Non Euclid. Namun geometri Euclid masih tetap dominan pengaruhnya
5.      ARCHIMEDES
Archimedes lahir di Syracuse, SIlicy, sekitar tahun  287 SM - 212 SM. Archimedes berkebangsaan asli Syracuse, Sicily. Masa kecilnya Archimedes sempat belajar di Alexandria, ia sangat cerdas matematika, sekaligus sanggup mengembagkannya. Ilmuwan matematika ternama Conon of Samos sangat dihormatinya. Conon akhirnya menjadi teman baik setelah keduanya bertemu.
Seorang penulis melaporkan bahwa ia pernah berkunjung ke mesir dan menemukan skrup yang saat itu dikenal dengan Archimedes’ Screw.
Ketertarikan Archimedes pada matematikka tidak nebcakup pada semua bidang. Archimedes menerapkan pengetahuannya tentang matematika dalam menerangkan prinsip sejumlah mesin yang diciptakannya. Mesin-mesin tersebut di pergunakan saat perang , mesinnya sangat praktis dan diperlukan oleh banyak orang pada saat itu. Sementara teori matematika tidak dibutuhkan orang secara langsung. Pada milinium kedua, dunia seakan berubah total. Penemuan Archimedes lain seperti aktrol makin mengharumkan namanya. 
Prestasi Archimedes bias dibilang patut diperhitungkan, Archimedes diyakini sebagai seorang yang ahli di bidang matematika. Archimedes sebagai orang pertama yang memikirkan dan melahirkan tentang integrasi dan dengan metode itu Archimedes dapat menemukan luas,volumedan permukaan dari keseluruhan bentuk benda. Archimedes mampu mengaplikasikan metode pengosongan yang berupa bentuk awal  dari integrasi untuk diterapkan kedalam seluruh rentang dan memperoleh ahasil yang tepat ia juga memberikan nilai terdekat yang paling akurat dari phi dan juga menunjukkan nilai akar dari sebuah bilangan yang paling akurat. Archimedes menemukan suatu sistem untuk menyatakkan sejumlah besar bilangan. Dalam mekanika Archimedes menemukan teorima fundamental tentang pusat gravitasi dari papan figura dan benda padat lainnya. Teorema yang paling terkenal adalah berat dari suatu benda yang tercelup kedalam air yang dikenal dengan prinsip Archimedes atau Archimedes’principle.
6.      Plato (427-347 SM)
Plato adalah salah satu tokoh yamg berperan pula dalam perkembangan kosmologi Yunani kuno. Plato berpendapat bahwa lingkaran dan bola adalah bentuk geometri paling sempurna. Oleh sebab itu ia berpendirian bahwa semua benda langit bergerak dalam lintasan berbentuk lingkaran karena mereka semua diciptakan oleh makhluk yang paling sempurna, Tuhan. Menurutnya, semua benda langit bergerak mengitari bumi yang bulat dalam lintasan berbentuk lingkaran.

7.      EUDOXUS

Eudoxus merupakan seorang ahli astronomi yang berasal dari Cnidus. Ia juga seorang matematikawan dan pernah menjadi murid Plato. Ia adalah anak dari Aeschines yang juga berasal dari Cnidus, Asia Kecil. Ia pernah pergi ke Tarentum untuk belajar matematika bersama Archytas. Selain itu ia juga pernah mempelajari pengobatan dengan Pjilisto di Italy.
Sekitar 387 SM, saat umurnya 23 tahun, dia pergi ke Athena untuk belajar bersama pengikut-pengikut Socrates, walaupun akhirnya ia menjadi murid Plato. Ia belajar dengan Plato untuk beberapa bulan, tapi walaupun demikian ketidaksetujuan dari murid-murid Plato menimbulkan perselisihan.
Eudoxus merupakan seorang yang miskin yang hanya bias manyewa 1 kamar di Piraeus. Dan untuk mengikuti perkuliahan Plato ia masih harus berjalan 7 mil setia harinya. Walaupun dmikian, teman-temannya kemudian melakukan penggalangan dana untuk mengirimnya ke Heliopolis, Mesir untuk mengajar astronomi dan matematika. Dia tinggal di sana selama 16 bulan. Dari Mesir ia kemudian pergi ke Cyzicus yang berada di pantai selatan laut Marmara dan Propontis. Lalu ia pergi ke selatan Lapangan Mausolus. Selama berpergia ia mengajak serta murid-muridnya.
Sekitar 368 SM dia kembali ke Athena dan kemudian ia kembali ke Cnidus. Yang lalu ia kemudian mendirikan sebuah observatorium disana,ia juga kambali menulis dan kuliah di teologi, astronomi dan meteorology.
Dia memang ahli di bidang matematika astronomi, dan untukitu ia memperkenalkan astronomi dunia dan ia lalu memberikan kotribusinya untuk memahami gerakan dari planet-planet.
Karyanya dalam proporsi ditunjukan besarnya dalam angka, itu memungkinkan penggunaan kekontinuan nilai dan bukan hanya keseluruhan bilangan atau bahkan bilangan rasional.
Ketika itu dibuktikan oleh Tartagila dan yang lain di abad ke 16, itu menjadi dasar untuk setiap karya dalam pengetahuan abad itu, sampai digantikan oleh metode aljabaris oleh Descartes.
Eudoxus juga mengembangkan “method of exhaustion” milik Antiphon
8.      Aristotle (384-322 SM)
Aristotle merupakan murid Plato, dia juga menyatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Aristotle mendirikan sekolah yang diberi nama Lyceum yang mengajarkan berbagai bidang ilmu khususnya biologi dan ilmu pengetahuan alam. Dia adalah orang yang pertama kali melakukan klasifikasi terhadap binatang dan tumbuhan.
Aristotle mengatakan bahwa alam semesta terdiri dari 55 buah bola sepusat, dan setiap bola menjadi tempat kedudukan satu benda langit. Bola-bola ini masing-masing berputar dengan kecepatan yang berbeda sehingga kadang-kadang ada yang kelihatan bergerak mundur untuk kemudian maju lagi seperti yang diamati pada Mars. Yang ini disebabkan karena kedudukan orbit Mars yang terletak di luar orbit bumi. Bola terluar dari ke 55 buah bola ini merupakan kedudukan bintang yang tetap diam.
Dalam konsep gerak  Aristotle membagi kedalam tiga kelompok gerak, yaitu gerak kuantitatif, gerak kualitatif, dan gerak spasial. Gerak spasial dibagi dalam dua kelompok yaitu gerak spasial alam semesta  bagian atas dan gerak spasial alam semesta bagian bawah. Pada alam smesta bagian bawah, yakni dalam alam yamg disebuit lingkaran sulunr, gerak alamiah  adalah gerak yang mengarah langsung ke pusat bumi. Bumi menurut Aristotle adalah pusat jagat raya atau lam semesta (geosentris). Sedangkan gerak alamiah di langit (alam semesta bagian atas) adalah gerak melingkar, sempurna, kontinue, dan tidak terbatas.
Aristotle berpendapat bahwa benda dapat bergerak hanya jika benda tersebut berhubungan langsung dengan penggeraknya. Jika penggerak tidak lagi berhubungan dengan benda yang digerakkan, maka benda akan berhenti.
9.      Aristarchus (310-230 SM)
Aristarchus lahir di Samos, dia adalah orang pertama yang berbeda pandangan mengenai pusat jagat raya. Menurut Aristarchus, pusat jagat raya bukan bumi, tetapi mataharilah sebagai titik pusatnya (heliosentris). Bumi hanyalah salah satu dari beberapa planet yang mengitari matahari dalam orbit yang berbentuk lingkaran. Namun hipotesis Aristarchus di tolak oleh Aristotle dan Ptolomy yang tetap berpegang pada  geosentris.

10.  Eratosthenes (276-194 SM)
 Eratosthenes adalah teman dari Archimedes. Pemikiran terpenting dari Eratosthenes adalah mengenai keliling lingkaran bumi. Eratosthenes melakukan pengukuran keliling bumi dari dua kota: Alexandria dan Syene, yang berjarak 787 km. pada misim panas di Alexandria sinar matahari jatuh tegak li\urus pada tengah hari, sedangkan di Syene, sinar matahari membentuk sudut 7,2º. Dari data ini Eratosthenes menghitung bahwa keliling bumi adalah 46.250 km. Pengukuran Eratosthenes ini didasarkan pada asumsi bahwa bumi berbentuk bulat, tidak datar. Eratosthenes juga berhasil mengukur jarak bumi-matahari dan jarak bumi bulan.
11.  Appolonius (262-190 SM)
Apollonius dari Perga (bahasa Yunani: Ἀπολλώνιος) (sekitar 262 SM–sekitar 190 SM) adalah seorang ahli geometri dan astronom Yunani yang dikenal karena karyanya mengenai irisan kerucut. Metodologi dan terminologinya yang inovatif, khususnya dalam bidang kerucut, memengaruhi banyak sarjana sesudahnya termasuk Ptolemaeus,Francesco Maurolico, Isaac Newton, dan René Descartes. Adalah Apollonius yang memberi nama elips, parabola, dan hiperbola, seperti yang kita kenal sekarang. Hipotesismengenai eksentrisitas orbit, atau deferent dan epicycle, untuk menjelaskan pergerakan teramati dari planet-planet dan perubahan kecepatan Bulan, dipertautkan pada namanya. Teorema Apollonius mendemonstrasikan bahwa dua model tersebut adalah ekuivalen di bawah parameter-parameter yang sesuai. Ptolemaeus menggambarkan teori ini dalamAlmagest XII.1. Kawah Apollonius di Bulan dinamai untuk menghormati jasanya.
12.  Claudius Ptolomeus atau Ptolomy (41-68 M)
Ptolomy hidup di Alexandria, Mesir. Teorinya sama dengan Aristotle yang meletakkan bumi di alam semesta. Dia  memberi penjelasan yang lengkap tentang konsep geoentrisnya dalam buku utamanya, Almagest. Ptolomy menjelaskan bahwa semua benda langit bergerak melingkari sebuah titik, dan lintasan benda ini disebut episikel. Episikel dalam lingkaran lebih besar yang disebut deferent. Bumi bukan merupakan pusat deferent, melainkan terletak tidak terlalu jauh dari pusat deferent, yakni pada titik yang disebut equant.
Hipotesis Ptolomy bertahan cukup lama dan dianggap sebagai model standar alam semesta hamper 15 abad. Hal ini tidak terlalu mengherankan karena melalui pengamatan sekilas yang dilakukan manusia. Selain itu juga untuk memuaskan ego manusia karena bumi diletakkan pada pusat alam semesta. Ini mengisyaratkan bahwa manusia adalah pusat alam semesta.

1 komentar: