SUMBANGAN MESIR KUNO DAN YUNANI KUNO DALAM
PERKEMBANGAN FISIKA
TOKOH YANG BERPENGARUH DARI PERADABAN MESIR DAN YUNANI
KUNO
Aktifitas keilmuan selain matematika, yaitu kegiatan
observasi dan pengamatan bintang yang dilakukan oleh para astronom Yunani dan
Mesir kuno, telah memberi kontribusi yang sangat berharga bagi perkembangan
studi fisika. Bangsa Yunani dan Mesir kuno mengamati bahwa di langit ada
benda-benda yang kelihatan bergerak relatif terhadap bintang-bintang. Mereka
menamakan benda-benda langit ini sebagai planetan, yang berarti “
pengelana”. Dan inilah yang kita kenal sebagai planet-planet mulai dari
Markurius sampai Yupiter.
Untuk mengetahui
lebih lanjut bagaimana proses perkembangan fisika pada zaman Yunani dan Mesir,
berikut akan dikemukakan tokoh-tokoh utama yang berperan di dalam membangun
fondasi fisika:
1. THALES (629-555 SM)
Thales adalah seorang filsuf pra-Sokrates
Yunani dari Miletus, di Asia Kecil, dan salah satu dari Seven Sages of Greece.
Banyak, terutama Aristoteles, menganggapnya sebagai filsuf pertama dalam tradisi Yunani. Menurut Bertrand Russell, "dimulai filsafat Barat dengan Thales." Thales berusaha untuk menjelaskan fenomena alam tanpa mengacu pada mitologi, dan sangat berpengaruh dalam hal ini.
Banyak, terutama Aristoteles, menganggapnya sebagai filsuf pertama dalam tradisi Yunani. Menurut Bertrand Russell, "dimulai filsafat Barat dengan Thales." Thales berusaha untuk menjelaskan fenomena alam tanpa mengacu pada mitologi, dan sangat berpengaruh dalam hal ini.
Dalam matematika, Thales menggunakan geometri untuk memecahkan
masalah, seperti menghitung ketinggian piramida dan jarak kapal dari pantai. Dia dikreditkan dengan penggunaan
pertama dari penalaran deduktif yang diterapkan pada geometri, dengan
menurunkan empat akibat wajar dari Teorema Thales '.
Akibatnya, ia telah dianggap sebagai matematikawan sejati pertama,
dan individu yang dikenal pertama pada kaitan penemuan matematika. Juga, Thales
adalah orang pertama yang diketahui mempelajari listrik.
Dia adalah tokoh yang pertama yang mengembangkan konsep-konsep kosmologi
(paham tentang struktur alam semesta). Thales berhasil mengembangkan metode
survei dan trigonometri dari Bangsa Babilonia dan Mesir yang kemudian
diterapkan untuk benda-benda langit. Dia mengusulkan bahwa segala sesuatu yang
ada di alam semesta tersusun dari air dalam berbagai tingkat wujudnya (cair,
padat, dan gas). Dan dia juga mengusulkan bahwa alam semesta adalah
sebuah bola air raksasa tempat bumi berada di dalam gelembung. Bumi mengambang
di atas permukaan air, dan di atas bumi terdapat kumpulan air yang menjadi
sumber datangnya hujan yang menimpa bumi. Benda-benda langit melayang di dalam
air alam semesta dan bergerak sebagaimana dalam pengamatan.
2.
PHYTAGORAS
Phitagoras 570 SM - 495 SM seorang matematikawan dan
fulfus yunani yang paling di kenal melalui teoremanya.
Dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia
memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada
akhir abad ke-6 SM. Kehidupan dan
ajarannya tidak begitu jelas akibat banyaknya legenda dan kisah-kisah buatan
mengenai dirinya.
Salah
satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras,
yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari
suatu segitiga siku-siku adalah
sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Walaupun
fakta di dalam teorema ini
telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini
dikreditkan kepada Pythagoras karena ia yang pertama kali membuktikan
pengamatan ini secara matematis.
Pythagoras dan
murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan
dengan matematika, dan merasa bahwa
segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme.
Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam
dapat dinyatakan dalam bilangan-bilangan atau perbandingan
bilangan. Terdapat legenda yang menyatakan bahwa ketika
muridnya Hippasus menemukan
bahwa , hipotenusa dari
segitiga siku-siku sama kaki dengan
sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional,
murid-murid Pythagoras lainnya memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat
membantah bukti yang diajukan Hippasus.
3.
DEMOCRITUS (460-370)
Pemikira Yunani lain yang begitu berpengaruh dalam
sejarah perkembangan fiika adalah teori atom Yunani. Teori atom Yunani
dikemukakan oleh Democritus dan sekolah filsafatnya, khususnya guru democritus
yang bernama Lucretus. Democritus mengajukan hipotesa yang sangat menarik bahwa
seluruh materi terdiri atas partikel-partikel terkecil yang tidak bisa
dibagi lagi.
Dengan kata lain, apabila bijih besi dipecah-pecah lagimaka akan sampai
pada satu titik dimana bijih besi itu tidak dapat dipecah lagi. Titik terakhir
inilah yang disebut atom.
4.
Euclid
(325-265 SM)
Euclid merupakan
orang yang paling berpengaruh dalam membangun teori geometri. Pengaruh teori
Euclid begitu luas dan khususnya mengenai geometri bidang datar atau bidang
tiga dimensi, yang telah diterima di dunia fisika ratusan tahun lamanya,
sebagai kerangka geometri yang diyakini benar untuk memformulasikan hukum alam.
Namun pembuktian geometri Euclid ternyata kurang akurat untuk menjelaskan
bagian tertentu dari fenomena alam baru terjadi ketika sejumlah ahli geometrio
abad 19 M menbuktikan kelemahan teori tersebut. Dan kemudian dikenal geometri-Non
Euclid. Namun geometri Euclid masih tetap dominan pengaruhnya
5.
ARCHIMEDES
Archimedes lahir di Syracuse, SIlicy, sekitar tahun 287
SM - 212 SM. Archimedes berkebangsaan asli Syracuse, Sicily. Masa kecilnya Archimedes
sempat belajar di Alexandria, ia sangat cerdas matematika, sekaligus sanggup
mengembagkannya. Ilmuwan matematika ternama Conon of Samos sangat dihormatinya.
Conon akhirnya menjadi teman baik setelah keduanya bertemu.
Seorang penulis melaporkan bahwa ia pernah berkunjung ke
mesir dan menemukan skrup yang saat itu dikenal dengan Archimedes’ Screw.
Ketertarikan Archimedes pada matematikka tidak nebcakup pada semua bidang. Archimedes menerapkan pengetahuannya tentang matematika dalam menerangkan prinsip sejumlah mesin yang diciptakannya. Mesin-mesin tersebut di pergunakan saat perang , mesinnya sangat praktis dan diperlukan oleh banyak orang pada saat itu. Sementara teori matematika tidak dibutuhkan orang secara langsung. Pada milinium kedua, dunia seakan berubah total. Penemuan Archimedes lain seperti aktrol makin mengharumkan namanya.
Ketertarikan Archimedes pada matematikka tidak nebcakup pada semua bidang. Archimedes menerapkan pengetahuannya tentang matematika dalam menerangkan prinsip sejumlah mesin yang diciptakannya. Mesin-mesin tersebut di pergunakan saat perang , mesinnya sangat praktis dan diperlukan oleh banyak orang pada saat itu. Sementara teori matematika tidak dibutuhkan orang secara langsung. Pada milinium kedua, dunia seakan berubah total. Penemuan Archimedes lain seperti aktrol makin mengharumkan namanya.
Prestasi Archimedes bias dibilang patut diperhitungkan,
Archimedes diyakini sebagai seorang yang ahli di bidang matematika. Archimedes
sebagai orang pertama yang memikirkan dan melahirkan tentang integrasi dan
dengan metode itu Archimedes dapat menemukan luas,volumedan permukaan dari
keseluruhan bentuk benda. Archimedes mampu mengaplikasikan metode pengosongan
yang berupa bentuk awal dari integrasi untuk diterapkan kedalam seluruh
rentang dan memperoleh ahasil yang tepat ia juga memberikan nilai terdekat yang
paling akurat dari phi dan juga menunjukkan nilai akar dari sebuah bilangan
yang paling akurat. Archimedes menemukan suatu sistem untuk menyatakkan
sejumlah besar bilangan. Dalam mekanika Archimedes menemukan teorima
fundamental tentang pusat gravitasi dari papan figura dan benda padat lainnya.
Teorema yang paling terkenal adalah berat dari suatu benda yang tercelup
kedalam air yang dikenal dengan prinsip Archimedes atau Archimedes’principle.
6.
Plato (427-347 SM)
Plato adalah salah satu
tokoh yamg berperan pula dalam perkembangan kosmologi Yunani kuno. Plato
berpendapat bahwa lingkaran dan bola adalah bentuk geometri paling sempurna.
Oleh sebab itu ia berpendirian bahwa semua benda langit bergerak dalam lintasan
berbentuk lingkaran karena mereka semua diciptakan oleh makhluk yang paling
sempurna, Tuhan. Menurutnya, semua benda langit bergerak mengitari bumi yang
bulat dalam lintasan berbentuk lingkaran.
7. EUDOXUS
Eudoxus merupakan seorang
ahli astronomi yang berasal dari Cnidus. Ia juga seorang matematikawan dan
pernah menjadi murid Plato. Ia adalah anak dari Aeschines yang juga berasal
dari Cnidus, Asia Kecil. Ia pernah pergi ke Tarentum untuk belajar matematika
bersama Archytas. Selain itu ia juga pernah mempelajari pengobatan dengan
Pjilisto di Italy.
Sekitar 387 SM, saat umurnya 23 tahun, dia pergi ke
Athena untuk belajar bersama pengikut-pengikut Socrates, walaupun akhirnya ia
menjadi murid Plato. Ia belajar dengan Plato untuk beberapa bulan, tapi
walaupun demikian ketidaksetujuan dari murid-murid Plato menimbulkan
perselisihan.
Eudoxus merupakan seorang yang miskin yang hanya bias
manyewa 1 kamar di Piraeus. Dan untuk mengikuti perkuliahan Plato ia masih
harus berjalan + 7 mil setia harinya. Walaupun dmikian,
teman-temannya kemudian melakukan penggalangan dana untuk mengirimnya ke
Heliopolis, Mesir untuk mengajar astronomi dan matematika. Dia tinggal di sana
selama 16 bulan. Dari Mesir ia kemudian pergi ke Cyzicus yang berada di pantai
selatan laut Marmara dan Propontis. Lalu ia pergi ke selatan Lapangan Mausolus.
Selama berpergia ia mengajak serta murid-muridnya.
Sekitar 368 SM dia kembali ke Athena dan kemudian ia
kembali ke Cnidus. Yang lalu ia kemudian mendirikan sebuah observatorium
disana,ia juga kambali menulis dan kuliah di teologi, astronomi dan
meteorology.
Dia memang ahli di bidang matematika astronomi, dan
untukitu ia memperkenalkan astronomi dunia dan ia lalu memberikan kotribusinya
untuk memahami gerakan dari planet-planet.
Karyanya dalam proporsi ditunjukan besarnya dalam angka,
itu memungkinkan penggunaan kekontinuan nilai dan bukan hanya keseluruhan
bilangan atau bahkan bilangan rasional.
Ketika itu dibuktikan oleh Tartagila dan yang lain di
abad ke 16, itu menjadi dasar untuk setiap karya dalam pengetahuan abad itu,
sampai digantikan oleh metode aljabaris oleh Descartes.
Eudoxus juga mengembangkan “method of exhaustion” milik
Antiphon
8. Aristotle (384-322 SM)
Aristotle merupakan murid
Plato, dia juga menyatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Aristotle
mendirikan sekolah yang diberi nama Lyceum yang mengajarkan berbagai
bidang ilmu khususnya biologi dan ilmu pengetahuan alam. Dia adalah orang yang
pertama kali melakukan klasifikasi terhadap binatang dan tumbuhan.
Aristotle mengatakan bahwa
alam semesta terdiri dari 55 buah bola sepusat, dan setiap bola menjadi tempat
kedudukan satu benda langit. Bola-bola ini masing-masing berputar dengan
kecepatan yang berbeda sehingga kadang-kadang ada yang kelihatan bergerak
mundur untuk kemudian maju lagi seperti yang diamati pada Mars. Yang ini
disebabkan karena kedudukan orbit Mars yang terletak di luar orbit bumi. Bola
terluar dari ke 55 buah bola ini merupakan kedudukan bintang yang tetap diam.
Dalam konsep gerak
Aristotle membagi kedalam tiga kelompok gerak, yaitu gerak
kuantitatif, gerak kualitatif, dan gerak spasial. Gerak spasial dibagi
dalam dua kelompok yaitu gerak spasial alam semesta bagian atas dan gerak
spasial alam semesta bagian bawah. Pada alam smesta bagian bawah, yakni dalam
alam yamg disebuit lingkaran sulunr, gerak alamiah adalah gerak yang
mengarah langsung ke pusat bumi. Bumi menurut Aristotle adalah pusat jagat raya
atau lam semesta (geosentris). Sedangkan gerak alamiah di langit (alam semesta
bagian atas) adalah gerak melingkar, sempurna, kontinue, dan tidak terbatas.
Aristotle berpendapat bahwa benda
dapat bergerak hanya jika benda tersebut berhubungan langsung dengan
penggeraknya. Jika penggerak tidak lagi berhubungan dengan benda yang
digerakkan, maka benda akan berhenti.
9. Aristarchus (310-230 SM)
Aristarchus lahir di Samos,
dia adalah orang pertama yang berbeda pandangan mengenai pusat jagat raya.
Menurut Aristarchus, pusat jagat raya bukan bumi, tetapi mataharilah sebagai
titik pusatnya (heliosentris). Bumi hanyalah salah satu dari beberapa planet
yang mengitari matahari dalam orbit yang berbentuk lingkaran. Namun hipotesis
Aristarchus di tolak oleh Aristotle dan Ptolomy yang tetap berpegang pada
geosentris.
10. Eratosthenes
(276-194 SM)
Eratosthenes adalah teman dari
Archimedes. Pemikiran terpenting dari Eratosthenes adalah mengenai keliling
lingkaran bumi. Eratosthenes melakukan pengukuran keliling bumi dari dua kota:
Alexandria dan Syene, yang berjarak 787 km. pada misim panas di Alexandria
sinar matahari jatuh tegak li\urus pada tengah hari, sedangkan di Syene, sinar
matahari membentuk sudut 7,2º. Dari data ini Eratosthenes menghitung bahwa
keliling bumi adalah 46.250 km. Pengukuran Eratosthenes ini didasarkan pada
asumsi bahwa bumi berbentuk bulat, tidak datar. Eratosthenes juga berhasil
mengukur jarak bumi-matahari dan jarak bumi bulan.
11. Appolonius
(262-190 SM)
Apollonius dari Perga (bahasa Yunani:
Ἀπολλώνιος) (sekitar 262 SM–sekitar 190 SM) adalah seorang ahli geometri dan astronom Yunani yang dikenal
karena karyanya mengenai irisan kerucut.
Metodologi dan terminologinya yang inovatif, khususnya dalam bidang kerucut, memengaruhi
banyak sarjana sesudahnya termasuk Ptolemaeus,Francesco
Maurolico, Isaac Newton, dan René Descartes.
Adalah Apollonius yang memberi nama elips, parabola, dan hiperbola, seperti yang kita kenal sekarang. Hipotesismengenai eksentrisitas orbit, atau deferent
dan epicycle, untuk menjelaskan
pergerakan teramati dari planet-planet dan perubahan kecepatan Bulan, dipertautkan pada namanya. Teorema Apollonius
mendemonstrasikan bahwa dua model tersebut adalah ekuivalen di bawah
parameter-parameter yang sesuai. Ptolemaeus menggambarkan teori ini dalamAlmagest XII.1. Kawah
Apollonius di Bulan dinamai untuk menghormati jasanya.
12. Claudius Ptolomeus atau Ptolomy (41-68 M)
Ptolomy hidup di Alexandria, Mesir. Teorinya sama
dengan Aristotle yang meletakkan bumi di alam semesta. Dia memberi
penjelasan yang lengkap tentang konsep geoentrisnya dalam buku utamanya, Almagest.
Ptolomy menjelaskan bahwa semua benda langit bergerak melingkari sebuah titik,
dan lintasan benda ini disebut episikel. Episikel dalam lingkaran lebih besar
yang disebut deferent. Bumi bukan merupakan pusat deferent, melainkan
terletak tidak terlalu jauh dari pusat deferent, yakni pada titik yang disebut equant.
Hipotesis Ptolomy bertahan cukup lama dan dianggap sebagai model standar
alam semesta hamper 15 abad. Hal ini tidak terlalu mengherankan karena melalui
pengamatan sekilas yang dilakukan manusia. Selain itu juga untuk memuaskan ego
manusia karena bumi diletakkan pada pusat alam semesta. Ini mengisyaratkan
bahwa manusia adalah pusat alam semesta.
96
BalasHapus