Firefly Pointer Andromeda: PENGERTIAN AKHLAK
Manusia Hebat adalah manusia yang menghargai orang lain

Rabu, 09 Oktober 2019

PENGERTIAN AKHLAK

Pengertian Akhlak Adalah

Daftar isi





Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan akhlak? Secara umum, pengertian akhlak adalah suatu sifat atau perangai yang melekat pada diri seseorang yang tercermin dari tindakan dan perbuatan orang tersebut dalam kehidupannya sehari-hari
.
Pendapat lain mengatakan bahwa arti akhlak adalah perilaku atau budi pekerti seseorang yang tercermin dari tindakan dan kebiasaan orang tersebut secara spontan sebagai bentuk manifestasi pencerminan dan refleksi jiwa serta batinnya.
Secara etimologi, istilah akhlak berasal dari bahasa Arab “Khuluk” yang artinya perilaku, baik itu perilaku terpuji maupun perilaku tercela. Dalam hal ini, akhlak seseorang tercermin dari perilakunya sehari-hari tanpa banyak berpikir/ pertimbangan dan tidak ada unsur paksaan dari luar.

Pengertian Akhlak Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa definisi akhlak, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Abu Hamid Al Ghazali

Menurut Abu Hamid Al Ghazali, pengertian akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang ada sejak lahir yang mana lahir perbuatan-perbuatan mudah tanpa memikirkannya.

2. Muhammad Ali Asy Al Jurjani

Menurut Muhammad Ali Asy Al Jurjani, pengertian akhlak adalah suatu sifat yang terdiri dari sifat baik serta buruk yang ada sejak lahir dalam diri seseorang.

3. Ahmad bin Musthafa

Menurut Ahmad bin Musthafa, arti akhlak adalah suatu ilmu yang dapat mengetahui keutamaan dan mengendalikan kekuatan dalam diri manusia, yaitu kekuatan berfikir, kekuatan syahwat, dan kekuatan marah.

4. Ibnu Maskawaih

Menurut Ibnu Maskawaih, pengertian akhlak adalah suatu sifat yang sudah tertanam dalam jiwa yang mampu mendorong untuk melakukan segala perbuatan tanpa perlu memerlukan pemikiran serta pertimbangan.

5. F. Gabriele

Menurut F. Gabriele, pengertian akhlak adalah moral di dalam diri manusia yang sering kita sebut dengan adab, berasal dati terminologi arab yang berarti adat istiadat, kebiasaan, etika atau sopan santun. Inilah tatanan yang seringkali digunakan manusia dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

Penggolongan Akhlak

Akhlak dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu akhlak terpuji dan akhlak tercela. Mengacu pada pengertian akhlak di atas, adapun penggolongan akhlak adalah sebagai berikut:

1. Akhlak Terpuji

Akhlak terpuji adalah sifat dan perilaku seseorang kepada orang lain yang dilakukan sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Beberapa yang termasuk dalam kategori akhlak terpuji:
  • Sikap jujur; yaitu perilaku di dalam diri seseorang yang mau mengungkapkan sesuatu yang sebenarnya dengan tujuan tidak mendatangkan kerugian bagi dirinya dan orang lain.
  • Perilaku baik; yaitu reaksi psikis seseorang dalam merespon hal-hal yang berada di sekitarnya dengan cara yang terpuji.
  • Rasa malu; yaitu bentuk emosi negatif di dalam diri seseorang sehingga membuat orang tersebut meninggalkan perbuatan-perbuatan tercela yang dapat membuatnya malu.
  • Rendah hati; yaitu sifat pribadi seseorang yang selalu memposisikan dirinya sederajat dengan orang lain dan tidak merasa lebih tinggi dari orang lain.
  • Murah hati; yaitu sifat seseorang yang mudah memberi kepada orang lain tanpa ada keinginan untuk pamer atau pamrih.
  • Sabar; yaitu sifat di dalam diri seseorang yang dapat bersikap bijak atau menahan diri dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi pada dirinya.

2. Akhlak Tercela

Akhlak terpuji adalah sifat dan perilaku seseorang kepada orang lain yang cenderung melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Beberapa yang termasuk dalam kategori akhlak tercela:
  • Suka mencuri; yaitu sifat dan perbuatan seseorang yang mengambil hak milik orang lain tanpa seijin dari pemiliknya.
  • Pemarah; sifat seseorang yang mudah marah ketika sesuatu tidak sesuai dengan keinginannya.
  • Pembohong; sifat seseorang yang suka berbohong kepada orang lain dengan tujuan tertentu.
  • Fitnah; komunikasi kepada satu orang atau lebih yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif terhadap pihak lain berdasarkan atas fakta palsu yang dapat memengaruhi penghormatan, wibawa, atau reputasi seseorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar