PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Setiap manusia selama hidup pasti
mengalami perubahan-perubahan. Perubahan dapat berupa yang menarik dan
perubahan yang kurang menarik. Ada perubahan yang pengaruhnya terbatas dan ada
pula yang luas serta ada perubahan yang lambat atau cepat. Tidak ada kehidupan
masyarakat yang terhenti pada satu titik tertentu sepanjang masa.
Perubahan-perubahan tersebut dapat berupa nilai sosial, norma sosial, pola
perilaku masyarakat atau lembaga dan yang lainnya. Oleh William F. Oqbun
berpendapat, ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan,
baik material maupun yang bukan material.
Guru adalah salah satu unsur manusia
dalam proses pendidikan di sekolah sekaligus memegang tugas dan fungsi ganda,
yaitu sebagai pengajar dan sebagai pendidik. Sebagai pengajar guru hendaknya
mampu menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik, sedangkan
sebagai pendidik guru diharapkan dapat membimbing dan membina anak didik agar
menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri (Deden, 2011).
Namun demikian, untuk mengetahui keterlaksanaan tugas guru tersebut, diperlukan
penilaian kinerja dengan kriteria-kriteria penilaian yang sesuai dengan tujuan
yang ingin dicapai.
Suatu perubahan sosial yang tejadi
sekecil apapun mungkin akan berakibat pada struktur kehidupan masyarakat yang
lainnya, misalnya pada perubahan gaya berpakaian akan menghasilkan akibat pada
ekonomi masyarakat, karena suatu model yang trend akan senantiasa diikuti
masyarakat yang menyenangi model-model pakaian yang terbaru. Sama halnya dampak
dari perubahan sosial akan berakibat pada pendidikan pada khususnya.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
Proses Perubahan Sosial Budaya ?
2. Bagaimana
Dampak Perubahan Sosial Budaya Terhadap Pendidikan ?
C.
Tujuan
Penelitian
1. Untuk
mengetahui proses perubahan Sosial Budaya.
2. Untuk
mengetahui dampak perubahan sosial budaya terhadap pendidikan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pegertian
dan Proses Perubahan Sosial Budaya
Menurut kamus besar bahasa Indonesia perubahan
berarti hal, keadaan berubah, peralihan, pertukaran. Sedangkan sosial adalah
hal yang berkenaan dengan masyarakat. Perubahan sosial adalah berubahnya
struktur atau susunan sosial kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. Perubahan
tersebut merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap tatanan
masyarakat, perubahan itu juga terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar
manusia yang selalu ingin berubah dari satu keadaan kepada keadaan lain yang
lebih baik. Pudjiwati Sajagyo mengutip pendapat Hirschman yang mengatakan bahwa
kebosanan manusia adalah penyebab suatu perubahan.4 Manusia sering tidak puas
dan bosan pada satu keadaan dan berusaha untuk mencari cara atau alternatif
lainnya untuk menghilangkan kebosanannya dan menemukan cara baru yang lebih
menyenangkan, mudah dan murah.Bisa kita lihat pada revolusi teknologi
transportasi yang demikian canggih hingga berakibat pada perubahan pola
mobilitas manusia.
Menurut Ambas, S.Pd.SD, perubahan sosial
budaya adalah suatu keadaan dimana berubahnya pola dalam suatu masyarakat,
tidak jauh berbeda menurut Maspar perubahan dapat diartikan sebagai suatu cara
hidup dalam suatu masyarakat dan mulai di terima pada masyarakat tersebut. Dari
dua pendapat sebelumnya dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial budaya adalah
suatu keadaan dimana berubahnya pola fikir, tingkah laku yang terjadi dalam
masyarakat dan perubahannya mulai dapat di terima oleh masyarakat tersebut.
Perubahan sosial budaya merupakan gejala
umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi
sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan
perubahan. Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur budaya materiil
dan immateril, artinya setiap unsur budaya masyarakat yang bersifat materiil
dan immateriil (spirituil) juga cenderung terhadap perubahan.
Konsep perubahan sosial adalah fenomena
yang rumit, dalam arti menembus ke berbagai tingkat kehidupan sosial. Dan jika
ada suatu defenisi tentang perubahan sosial yang mencakup seluruh aspek
kehidupan sosial, maka hal itu wajar saja terjadi dalam susunan sosial, sistem
sosial, dan organisasi sosial masyarakat.
Menurut Ambas, S.Pd.SD perubahan sosial
budaya merupakan hal yang wajar terjadi dalam kehidupan masyarakat akibat dari
pergaulan dan berubahnya cara pandang mastarakat terhadap seuatu hal, beliaupun
mengatakan bahwa ada beberapa hal yang dapat terjadi perubahan dalam masyarakat
diantaranya perubahan ekonomi, perubahan georafis masyarakat, perubahan
teknologi, dan lain sebagainya.
Perubahan sosial budaya dapat dibedakan
menjadi beberapa bentuk berikut ini :
1.
Perubahan lambat dan perubahan cepat
Perubahan lambat
disebut juga evolusi. Perubahan tersebut terjadi karena usahausaha masyarakat
dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisikondisi baru yang
timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah
perubahan pada struktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu
bentuknya sangat sederhana, namun karena msyarakat mengalami perkembangan, maka
bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks. Perubahan cepat
disebut juga dengan revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsurunsur
kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat.
Sering kali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan
dalam masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin
berkembang dan tidak dapat dikendalikan. Revolusi adalah wujud perubahan
sosial.
2.
Perubahan kecil dan perubahan besar
Perubahan kecil
adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak
membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contoh
perubahan kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian. Sebaliknya,
perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial
yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan
besar adalah dampak ledakan penduduk adan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan
masyarakat.
3.
Perubahan yang dikehendaki atau
direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan
Perubahan yang
dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan
atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan
perubahan di masyarakat. Pihak-pihak tersebut dinamakan agen of change, yaitu
seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin
satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah
suatu sistem sosial. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan
atau perubahan tatanan pemerintahan, misalnya perubahan tata pemerintahan orde
baru menjadi tata pemerintahan orde reformasi. Perubahan yang tidak dikehendaki
atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan
pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang
tidak diharapkan. Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak
direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa
peralihan tatanan orde lama ke orde baru dan peralihan tatanan orde baru ke
orde reformasi.
B.
Dampak Perubahan Sosial Terhadap Pendidikan
Tidak bisa kita pungkiri bahawa satiap
perubahan yang terjadi akan menimbulkan dampak bagi keberlangsungan hidup dan
kehidupan, perubahan ini akan berdampak pada beberapa kegiatan yang terjadi
pada masyarakat, salah satu sektor yang menerima dampak besar dari perubahan
sosial budaya ini adalah sektor pendidikan, sektor ini pula yang merupakan
sektor yang paling banyak di indonesia. Pendidikan adalah suatu bentuk dari
perwujudan seni dan budaya manusia yang terus berubah, berkembang dan sebagai
suatu alternatif yang paling rasional dan memungkinkan untuk melakukan suatu
perubahan atau perkembangan. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa
perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada struktur dan fungsi dalam
sistem sosial, yang mana termasuk di dalamnya adalah pendidikan, karena
pendidikan ada dalam masyarakat, baik itu pendidikan formal, informal, maupun
non formal.
Pendidikan ada karena adanya suatu
masyarakat yang berperan di dalamnya, maka pendidikan dan masyarakat itu
memiliki suatu hubungan yang erat dan ketergantungan. Oleh karena itu
pendidikan merupakan suatu bantuan yang di dalamnya terdapat pengabdian
masyarakat sehingga masyarakat itu semakin berkembang dan maju dengan adanya
suatu pendidikan. Pendidikan adalah sebuah proses pematangan dan pendewasaan
masyarakat.
Pada zaman sekarang ini perubahan sosial
budaya terjadi dalam dua bentuk perubahan ada yang berubah secara cepat ada
pula perubahan yang bergerak lambat. Maspar menuturkan bawa contoh kecil dari
peubahan sosial budaya adalah pertambahan jumlah penduduk yang cepat maka perlu
disediakan sekolah untukmenampung siswa tersebut, sehingga sarana pendidikanpun
juga harus dibangun lebih banyak.
Pengaruh perubahan sosial yang lainnya
terhadap pendidikan adalah terjadinya transformasi pemikiran dalam pendidikan,
seiring dengan perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat,
pendidikan juga mengalami perubahan. Hal yang lebih konkrit dari pengaruh
perubahan sosial terhadap pendidikan adalah ketika perubahan sosial membawa
kepada perbaikan ekonomi masyarakat dan menuntut mereka untuk memenuhi
kebutuhan akan hasil teknologi seperti komputer/laptop, maka ketika seorang
anak yang mendapat tugas dari gurunya untuk membuat karya tulis sederhana yang
bahannya tersedia lewat internet, maka secara langsung dan jelas dampak dan
pengaruh adanya perubahan sosial.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perubahan yang terjadi di masyarakat
tentunya sangat berpengaruh pada dunia pendidikan. Masalah-masalah sosial yang
muncul di tengah masyarakat juga dialami dunia pendidikan. Sehingga Sosiologi
pendidikan memainkan perannya untuk ikut memformat pendidikan yang mampu
berkiprah secara kontekstual. Sistem, muatan, proses dan arah pendidikan perlu
ditata ulang dan diatur secara khusus sehingga mampu menjawab sekaligus bermain
di arena perubahan sosial budaya tersebut. Penggunaan alat dan sarana kebutuhan
hidup yang modern telah memungkinkan pola pikir dan sikap manusia untuk
memproduk nilainilai baru sesuai dengan intensitas pengaruh teknologi terhadap
tatanan kehidupan sosial budaya. Dalam hal ini, pendidikan menjadi instrumen
kekuatan sosial masyarakat untuk mengembangkan suatu sistem pembinaan anggota
masyarakat yang relevan dengan tuntutan perubahan zaman.
Profil
Narasumber
1.
Ambas
S.Pd.SD
Lahir di Lambe-lambe pada tanggal 31
Desember 1966, beliau merupakan salah satu tokoh masyarakat yang terpandang,
beliau pula merupak salah satu tokoh budaya.
Masa kecil beliau dihabiskan di desa
Napo, beliau bersekolah di SDN 017 Napo, kemudian melanjutkan pendidikan
dasarnya di SMPN 1 Tinambung, langkah awal beliau berkecimpung di dunia pendidikan
adalah ketika ia memutuskan untuk bersekolah di SPG Majene. Setelah lulus dari
pendidikan menenganya, kemudian ia melanjutkan pendidikan tingginya di
Universitas Terbuka dan mengambil jurusan Pendidikan Sekolah Dasar.
Saat ini beliau bertugas sebagai kepala
Sekolah di SDN 034 Inp. Napo, di desa Napo, Kecamatan Limboro, Polewali Mandar.
Sebelum menjadi seorang kepala sekolah beliau semapat menjadi guru di beberapa
sekolah salah satunya di SDN 017 Napo.
2.
Maspar
Pemuda kelahiran Rangas, Majene 13 Juni
1998, ia merupakan pemuda yang hebat dan cerdas, di usia mudanya ia telah
mengabdikan dirinya untuk pendidikan indonesia, ia telah menjadi seorang guru
di salah satu sekolah Menengah atas di Majene, Yaitu MA P3A GUPPI RANGAS
MAJENE.
Sambil mengajar saat ini ia juga telah
menumpuh masa studinya di Universitas Sulawesi Barat, program studi Pendidikan
Fisika Semester 6. Ia menghabiskan masa kecilya dengan bersekolah di SDN No. 19
Rangas, MTs P3A Guppi Rangas, dan MA P3A
Guppi Rangas.
Profil Penulis
Nama : Muhammad Nurkhalis
Agriawan
Tempat,
Tanggal lahir : Pakkammisang, 10 September
1998
Alamat : Desa Napo,
Limboro, Polewali Mandar
Riwayat
Pendidikan : SDN No. 034 Inp. Napo
SMPN Limboro
SMAN 2 Majene
Universitas Sulawesi Barat (sementara
berlangsun)
Program Studi Pendidikan Fisika.
Daftar Pustaka
Syamsidar, Al-Irsyad
Al-Nafs, Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Volume 2, Nomor 1 Desember 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar