Firefly Pointer Andromeda: Makalah Budaya dalam Pendidikan
Manusia Hebat adalah manusia yang menghargai orang lain

Rabu, 23 Oktober 2019

Makalah Budaya dalam Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Setiap manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan. Perubahan dapat berupa yang menarik dan perubahan yang kurang menarik. Ada perubahan yang pengaruhnya terbatas dan ada pula yang luas serta ada perubahan yang lambat atau cepat. Tidak ada kehidupan masyarakat yang terhenti pada satu titik tertentu sepanjang masa. Perubahan-perubahan tersebut dapat berupa nilai sosial, norma sosial, pola perilaku masyarakat atau lembaga dan yang lainnya. Oleh William F. Oqbun berpendapat, ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan, baik material maupun yang bukan material.
Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan di sekolah sekaligus memegang tugas dan fungsi ganda, yaitu sebagai pengajar dan sebagai pendidik. Sebagai pengajar guru hendaknya mampu menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru diharapkan dapat membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri (Deden, 2011). Namun demikian, untuk mengetahui keterlaksanaan tugas guru tersebut, diperlukan penilaian kinerja dengan kriteria-kriteria penilaian yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Suatu perubahan sosial yang tejadi sekecil apapun mungkin akan berakibat pada struktur kehidupan masyarakat yang lainnya, misalnya pada perubahan gaya berpakaian akan menghasilkan akibat pada ekonomi masyarakat, karena suatu model yang trend akan senantiasa diikuti masyarakat yang menyenangi model-model pakaian yang terbaru. Sama halnya dampak dari perubahan sosial akan berakibat pada pendidikan pada khususnya.


B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Proses Perubahan Sosial Budaya ?
2.      Bagaimana Dampak Perubahan Sosial Budaya Terhadap Pendidikan ?

C.    Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui proses perubahan Sosial Budaya.
2.      Untuk mengetahui dampak perubahan sosial budaya terhadap pendidikan.
























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pegertian dan Proses Perubahan Sosial Budaya
Menurut kamus besar bahasa Indonesia perubahan berarti hal, keadaan berubah, peralihan, pertukaran. Sedangkan sosial adalah hal yang berkenaan dengan masyarakat. Perubahan sosial adalah berubahnya struktur atau susunan sosial kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. Perubahan tersebut merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap tatanan masyarakat, perubahan itu juga terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin berubah dari satu keadaan kepada keadaan lain yang lebih baik. Pudjiwati Sajagyo mengutip pendapat Hirschman yang mengatakan bahwa kebosanan manusia adalah penyebab suatu perubahan.4 Manusia sering tidak puas dan bosan pada satu keadaan dan berusaha untuk mencari cara atau alternatif lainnya untuk menghilangkan kebosanannya dan menemukan cara baru yang lebih menyenangkan, mudah dan murah.Bisa kita lihat pada revolusi teknologi transportasi yang demikian canggih hingga berakibat pada perubahan pola mobilitas manusia.
Menurut Ambas, S.Pd.SD, perubahan sosial budaya adalah suatu keadaan dimana berubahnya pola dalam suatu masyarakat, tidak jauh berbeda menurut Maspar perubahan dapat diartikan sebagai suatu cara hidup dalam suatu masyarakat dan mulai di terima pada masyarakat tersebut. Dari dua pendapat sebelumnya dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial budaya adalah suatu keadaan dimana berubahnya pola fikir, tingkah laku yang terjadi dalam masyarakat dan perubahannya mulai dapat di terima oleh masyarakat tersebut.
Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur budaya materiil dan immateril, artinya setiap unsur budaya masyarakat yang bersifat materiil dan immateriil (spirituil) juga cenderung terhadap perubahan.
Konsep perubahan sosial adalah fenomena yang rumit, dalam arti menembus ke berbagai tingkat kehidupan sosial. Dan jika ada suatu defenisi tentang perubahan sosial yang mencakup seluruh aspek kehidupan sosial, maka hal itu wajar saja terjadi dalam susunan sosial, sistem sosial, dan organisasi sosial masyarakat.
Menurut Ambas, S.Pd.SD perubahan sosial budaya merupakan hal yang wajar terjadi dalam kehidupan masyarakat akibat dari pergaulan dan berubahnya cara pandang mastarakat terhadap seuatu hal, beliaupun mengatakan bahwa ada beberapa hal yang dapat terjadi perubahan dalam masyarakat diantaranya perubahan ekonomi, perubahan georafis masyarakat, perubahan teknologi, dan lain sebagainya.
Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut ini :
1.    Perubahan lambat dan perubahan cepat
Perubahan lambat disebut juga evolusi. Perubahan tersebut terjadi karena usahausaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisikondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana, namun karena msyarakat mengalami perkembangan, maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks. Perubahan cepat disebut juga dengan revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsurunsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Sering kali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan. Revolusi adalah wujud perubahan sosial.
2.    Perubahan kecil dan perubahan besar
Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian. Sebaliknya, perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk adan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.
3.    Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan
Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat. Pihak-pihak tersebut dinamakan agen of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan, misalnya perubahan tata pemerintahan orde baru menjadi tata pemerintahan orde reformasi. Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan. Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan orde lama ke orde baru dan peralihan tatanan orde baru ke orde reformasi.

B.     Dampak Perubahan Sosial Terhadap Pendidikan
Tidak bisa kita pungkiri bahawa satiap perubahan yang terjadi akan menimbulkan dampak bagi keberlangsungan hidup dan kehidupan, perubahan ini akan berdampak pada beberapa kegiatan yang terjadi pada masyarakat, salah satu sektor yang menerima dampak besar dari perubahan sosial budaya ini adalah sektor pendidikan, sektor ini pula yang merupakan sektor yang paling banyak di indonesia. Pendidikan adalah suatu bentuk dari perwujudan seni dan budaya manusia yang terus berubah, berkembang dan sebagai suatu alternatif yang paling rasional dan memungkinkan untuk melakukan suatu perubahan atau perkembangan. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada struktur dan fungsi dalam sistem sosial, yang mana termasuk di dalamnya adalah pendidikan, karena pendidikan ada dalam masyarakat, baik itu pendidikan formal, informal, maupun non formal.
Pendidikan ada karena adanya suatu masyarakat yang berperan di dalamnya, maka pendidikan dan masyarakat itu memiliki suatu hubungan yang erat dan ketergantungan. Oleh karena itu pendidikan merupakan suatu bantuan yang di dalamnya terdapat pengabdian masyarakat sehingga masyarakat itu semakin berkembang dan maju dengan adanya suatu pendidikan. Pendidikan adalah sebuah proses pematangan dan pendewasaan masyarakat.
Pada zaman sekarang ini perubahan sosial budaya terjadi dalam dua bentuk perubahan ada yang berubah secara cepat ada pula perubahan yang bergerak lambat. Maspar menuturkan bawa contoh kecil dari peubahan sosial budaya adalah pertambahan jumlah penduduk yang cepat maka perlu disediakan sekolah untukmenampung siswa tersebut, sehingga sarana pendidikanpun juga harus dibangun lebih banyak.
Pengaruh perubahan sosial yang lainnya terhadap pendidikan adalah terjadinya transformasi pemikiran dalam pendidikan, seiring dengan perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat, pendidikan juga mengalami perubahan. Hal yang lebih konkrit dari pengaruh perubahan sosial terhadap pendidikan adalah ketika perubahan sosial membawa kepada perbaikan ekonomi masyarakat dan menuntut mereka untuk memenuhi kebutuhan akan hasil teknologi seperti komputer/laptop, maka ketika seorang anak yang mendapat tugas dari gurunya untuk membuat karya tulis sederhana yang bahannya tersedia lewat internet, maka secara langsung dan jelas dampak dan pengaruh adanya perubahan sosial.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Perubahan yang terjadi di masyarakat tentunya sangat berpengaruh pada dunia pendidikan. Masalah-masalah sosial yang muncul di tengah masyarakat juga dialami dunia pendidikan. Sehingga Sosiologi pendidikan memainkan perannya untuk ikut memformat pendidikan yang mampu berkiprah secara kontekstual. Sistem, muatan, proses dan arah pendidikan perlu ditata ulang dan diatur secara khusus sehingga mampu menjawab sekaligus bermain di arena perubahan sosial budaya tersebut. Penggunaan alat dan sarana kebutuhan hidup yang modern telah memungkinkan pola pikir dan sikap manusia untuk memproduk nilainilai baru sesuai dengan intensitas pengaruh teknologi terhadap tatanan kehidupan sosial budaya. Dalam hal ini, pendidikan menjadi instrumen kekuatan sosial masyarakat untuk mengembangkan suatu sistem pembinaan anggota masyarakat yang relevan dengan tuntutan perubahan zaman.













Profil Narasumber

1.      Ambas S.Pd.SD
Lahir di Lambe-lambe pada tanggal 31 Desember 1966, beliau merupakan salah satu tokoh masyarakat yang terpandang, beliau pula merupak salah satu tokoh budaya.
Masa kecil beliau dihabiskan di desa Napo, beliau bersekolah di SDN 017 Napo, kemudian melanjutkan pendidikan dasarnya di SMPN 1 Tinambung, langkah awal beliau berkecimpung di dunia pendidikan adalah ketika ia memutuskan untuk bersekolah di SPG Majene. Setelah lulus dari pendidikan menenganya, kemudian ia melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Terbuka dan mengambil jurusan Pendidikan Sekolah Dasar.
Saat ini beliau bertugas sebagai kepala Sekolah di SDN 034 Inp. Napo, di desa Napo, Kecamatan Limboro, Polewali Mandar. Sebelum menjadi seorang kepala sekolah beliau semapat menjadi guru di beberapa sekolah salah satunya di SDN 017 Napo.

2.      Maspar
Pemuda kelahiran Rangas, Majene 13 Juni 1998, ia merupakan pemuda yang hebat dan cerdas, di usia mudanya ia telah mengabdikan dirinya untuk pendidikan indonesia, ia telah menjadi seorang guru di salah satu sekolah Menengah atas di Majene, Yaitu MA P3A GUPPI RANGAS MAJENE.
Sambil mengajar saat ini ia juga telah menumpuh masa studinya di Universitas Sulawesi Barat, program studi Pendidikan Fisika Semester 6. Ia menghabiskan masa kecilya dengan bersekolah di SDN No. 19 Rangas, MTs P3A Guppi Rangas, dan MA P3A  Guppi Rangas.





Profil Penulis

            Nama                           : Muhammad Nurkhalis Agriawan
            Tempat, Tanggal lahir : Pakkammisang, 10 September 1998
            Alamat                                    : Desa Napo, Limboro, Polewali Mandar
            Riwayat Pendidikan   : SDN No. 034 Inp. Napo
                                                  SMPN Limboro
                                                  SMAN 2 Majene
                                                  Universitas Sulawesi Barat (sementara berlangsun)
                                                  Program Studi Pendidikan Fisika.





















Daftar Pustaka

Syamsidar, Al-Irsyad Al-Nafs, Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Volume 2, Nomor 1 Desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar